Diduga stress mahasiswa keperawatan ini dengan sadis membunuh keluarga pasien, begini ceritanya…..
Mahasiswa
tahun ke-3 tetrsebut yang diketahui berinisial “A.N” rela membunuh keluarga pasien dengan alasan
stress akibat terlalu banyaknya tugas dari pihak kampus (institusi) maupun dari
pihak lahan selaku rumah sakit tempat mahasiswa tersebut peraktik. kurang lebih
2 minggu, Mahasiswa tersebut menegaskan tidak sanggup menyelesaikan target yang
ingin dicapai dalam waktu yang singkat tersbut.”tutur mahasiswa A.N”.
Pihak institusi dalam hal
ini kampus tempat mahasiswa ini menuntut ilmu/kuliah, hanya bungkam dengan
kejadian tersebut, seolah tidak mau tau. Pihak kampus beranggapan bahwa 2
minggu praktik cukup bagi mahasiswa untuk menyelesaikan target yang telah di
tentukan oleh kampus. Begitu pula anggapan pihak lahan selaku Rumah sakit
tempat mahasiswa tersebut praktik.
Saat
dilakukan uji tempat kejadian perkara atau TKP, mahasiswa tersebut sedang dinas malam, suara handphone “a.n” berbunyi
tanda pesan masuk dari seseorang, malam itu tepat pukul 2 pagi, “a.n” sedang
menulis tugas laporan yang tak kunjung usai (Acc) dengan kondisi mengantuk berat
“a.n” memutuskan untuk istirahat dengan posisi duduk diatas meja Nurse station.
“A.n”
tertidur dengan nyenyaknya sampai akhirnya salah seorang keluarga pasien datang
dan membangunkan “a.n”, dengan kondisi setengah sadar dan pulpen berukuran 0,5
masih di penganginya. Dengan geram “A.n” terbangun dan menanyakan maksud dari
keluarga pasien tersebut membangunkannya, yang ternyata cairan infus pasien di
kamar 3 sudah mulai habis.
Setelah
kembali dari ruangan pasien untuk mengganti cairan infuse, “a.n” segera kembali
ke meja Nurse station tempatnya tidur sebelumnya, dengan harapan bisa
melanjutkan tidur singkatnya tadi, tapi apa daya gangguan datang lagi, gangguan
kali ini datang dari tugas ASKEP yang masih berada di bagian Assesment tepatnya
di Genogram (silsilah keluarga) dan teringat pesan teks yang di terima pukul 2
tadi dari teman kelompok prakteknya yang mengatakan besok pagi pukul 08.00
respon.
Dengan
kondisi marah “a.n” menggambar genogram dari kasus pasien yang diberi asuhan
keperawatan oleh “a.n” yang ternyata pasien dari kamar 3, sontak “a.n” tersadar
orang yang membangunkannya pukul 3 pagi tadi adalah saudara dari pasien yang
diberi asuhan keperawatan, dengan sadis “a.n” membunuh saudara pasien tersebut
dengan memberi tanda silang (keterangan untuk keluarga yang meninggal) pada
genogram yang telah ia buat.
sumber :http://www.goole.com/
Menurut
hasil introgasi yang dilakukan oleh pihak Rumah sakit, mahasiswa tersebut
merasa bersalah dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga pasien,
maupun kepada pihak Rumah Sakit dengan kejadian yang memalukan tersebut.
NB : Diharapkan bagi mahasiswa keperawatan hendaknya
tetap legowo untuk merawat pasien agar tidak terulang kejadian yang memalukan
tersebut…salam sejawat!



memalukan.hahah
BalasHapusOhh gitu, hai sekarang udh bisa jadi temenku gak kak? Hahaha
BalasHapus